Selasa, 08 Januari 2013

KONSEP KAPITALISME APA BEDANYA DENGAN KONSEP EKONOMI ??????


Pertama kita harus mengkaji terlebih dahulu apa itu Ilmu Ekonomi. Ilmu Ekonomi adalah Ilmu pengalokasian sumber daya satu dengan lainnya. Ini dilakukan untuk meraih utility atau kepuasan terpenuhinya KEBUTUHAN (needs) seoptimal mungkin. Optimal adalah persinggungan tertinggi dari semua variabel-variabel yang ada.Singkatnya Ilmu Ekonomi untuk memaksimalisasikan kepuasan (Maximazing Utility).

Sedangkan definisi Kapitalisme adalah ajaran yang menempatkan penumpukan kapital sebagai tujuan. Alih-alih demi tercapainya kepuasan/kebahagiaan padahal menggelorakan KEINGINAN. Seperti halnya seseorang yang kehausan lalu meminum air laut, bisa dibayangkan bukan?

Dari segi konsep jelas Ilmu Ekonomi atau pembangunan Ekonomi sering dengan gegabah disamakan begitu saja dengan Kapitalisme. Ringkasnya Pembangunan Ekonomi dengan Pembangunan yang Kapitalisme via Neolib Neo Kolonialisme dan Neo Imperialisme dsb itu, meskipun serupa namun sangatlah berbeda jauh. Laksana pudel dengan srigala.

Ilmu Ekonomi bekerjanya dengan pengasumsian manusia RASIONAl yang berperan sebagai pelakunya. Manusia Rasional adalah yang senantiasa mencari pemenuhan akan KEBUTUHAN bukan KEINGINAN(wants)!

Entah siapa yang memulai. Padahal Adam Smith yang dianggap pemicu persaingan sempurna dengan mekanisme pasarnya, awalnya berangkat dari pemikiran bahwa masyarakatnya masyarakat yang rasional (tidak terpengaruh mitologi) yang berlomba memuaskan KEBUTUHAN. Namun anehnya, Smith tetap meyakini bila masyarakat dibiarkan berkiprah untuk memuaskan kebutuhan maka ada tangan gaib (Invisible Hand)yang berperan sebagai regulatornya.

Belakangan konsep pasar persaingan sempurna yang sangat meminimalisir peran pemerintah dalam perekonomian inilah digunakan sebagai basis pemikiran para ekonom yang terkategori Neoliberalisme. Disayangkannya ternyata dalam kehidupan nyata, masyarakat bertindak sangat tidak rasional sehingga malah bersaing untuk memenuhi KEINGINAN. Maka penumpukan kapitalpun tiada dapat terelakkan, Bahkan dijadikan ukuran kesuksesan di masyarakat. Max Weber menjulukinya dengan sebutan "Anomi".

Dalam hal ini, Smith mengalami apa yang dialami Alfred Nobel, Nobel menciptakan dinamit untuk kemaslahatan umat namun belakangan ternyata ciptaanya tersebut ,malah dijadikan senjata utama di perang dunia I dan II! Begitu pun Adam Smith, dengan division of labour dan pasar persaingan sempurnanya untuk memperefisien arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen, malah menjadi ajang yang menumbuhkan sifat "exploitation de lhome par lhome n Nation par nation!"

Dengan demikian Persaingan sempurna Smith yang penuh kemanusiaan dan etika sontak menjelma menjadi persaingan yang sangat ganas yang kini masyur disebut "Free Fight Liberalisme" maka Homo homini lupus (manusia saling memakan laksana srigala)pun menjadikan mekanisme pasar bebas via GATT, AFTA, ACFTA dsb sebagai habitatnya yang sangat bergizi!

Jadi bagaimana pembangunan Ekonomi Kapitalisme dijinakkan kembali menjadi pembangunan Ekonomi yang sejatinya? Ubahlah pola pikir masyarakat yang sarat WANTS(Masyarakat THAGUT/Hawa Nafsu buruk,Egosentrisme) menjadi masyarakat rasional yang mengedepankan KEBUTUHAN semata. Upaya ini disebut dengan PERGESERAN POLA PIKIR atau Shifting Paradigm. Kembalikan semua ke Tauhid yang ada di NDP kita.Karena Kapitalisme akan hancur luluh bila kita meyerahkan segala kekuatan kita untuk di"wakil"kan kepada Rabb Seru Sekalian Alam (tawakal).

Bagaimana kita senantiasa tetap berpegang teguh Tauhid namun tetap memiliki daya beli (purchasing parity, mengingat ke toilet saja sekarang sudah Rp.2000)?!

Kompetensi terdiri :1.Wawasan

2.Keahlian

3.Attitude

Sedangkan konsepsi dasar ekonomi adalah untuk memberikan nilai tambah/Added Value. Makin efisien makin besar nilai tambah seseorang itu bagi semesta. Dan karena konsep efisien itu adalah melakukan sesuatu secara benar maka carilah nilai tambah bagi alam yang sesuai dengan bakat kita. Asah terus dengan diiringi Adversity Quotient (AQ) yang setabah-tabahnya dan seikhlas-ikhlasnya motif tidak ada selain untuk menebar rahmat . Maka "the law of attraction" akan tertimbulkan dengan sendirinya.

"Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (Ath Thalaaq:3 ﴿

.....

Kejahatan di bidang ekonomi yang menyeluruh adalah penindasan oleh kapitalisme. Dengan kapitalisme dengan mudah seseorang dapat memeras orang-orang yang berjuang mempertahankan hidupnya karena kemiskinan, kemudian merampas hak-haknya secara tidak sah, berkat kemampuannya untuk memaksakan persyaratan kerjanya dan hidup kepada mereka. Oleh karena itu menegakkan keadilan mencakup pemberantasan kapitalisme dan segenap usaha akumulasi kekayaan pada sekelompok kecil masyarakat. Sesudah syirik kejahatan terbesar kepada kemanusiaan adalah penumpukan harta kekayaan beserta penggunaanya yang tidak benar, menyimpang dari kepentingan umum, tidak mengikuti jalan Tuhan. Maka menegakkan keadilan inilah membimbing manusia ke arah pelaksanaan tata masyarakat yang akan memberikan kepada setiap orang kesempatan yang sama untuk mengatur hidupnya secara bebas dan terhormat (amar ma'ruf) dan pertentangan terus menerus terhadap segala bentuk penindasan kepada manusia kepada kebenaran asasinya dan rasa kemanusiaan (nahi munkar). Dengan perkataan lain harus diadakan restriksi-restriksi atau cara-cara memperoleh, mengumpulkan dan menggunakan kekayaan itu. Cara yang tidak bertentangan dengan kamanusiaan diperbolehkan (yang ma'ruf dihalalkan) sedangkan cara yang bertentangan dengan kemanusiaan dilarang (yang munkar diharamkan).

Seorang dibenarkan mempergunakan harta kekayaan dalam batas - batas tertentu, yaitu dalam batas tidak kurang tetapi juga tidak melebihi rata - rata atau israf pertentangan dengan perikemanusiaan. Kemewahan selalu menjadi provokasi terhadap pertentangan golongan dalam masyarakat membuat akibat destruktif. Sebaliknya penggunaan kurang dari rata-rata masyarakat ( taqti) merusakkan diri sendiri dalam masyarakat disebabkan membekunya sebagian dari kekayaan umum yang dapat digunakan untuk manfaat bersama.

Hal itu semuanya merupakan kebenaran karena pada hakekatnya seluruh harta kekayaan ini adalah milik Tuhan. Manusia seluruhnya diberi hak yang sama atas kekayaan itu dan harus diberikan bagian yang wajar dari padanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar